20 hewan ovovivipar berkembang biak dengan cara

administrator Agustus 15, 2023

Hai, Sahabat Wartabangil. Apakah Anda suka belajar tentang hewan-hewan yang ada di dunia ini? Apakah Anda tahu bahwa ada berbagai macam cara yang digunakan oleh hewan untuk berkembang biak? Salah satu cara yang unik dan menarik adalah cara ovovivipar. Apa itu ovovivipar? Bagaimana cara hewan ovovivipar berkembang biak? Apa saja contoh hewan ovovivipar? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Ovovivipar adalah salah satu cara perkembangbiakan hewan dengan cara menghasilkan telur yang ditetaskan di dalam tubuh induknya. Hewan ovovivipar tidak memiliki plasenta yang menghubungkan embrio dengan induknya, sehingga embrio mendapatkan nutrisi dari kuning telur yang ada di dalam telur. Setelah telur menetas, anak hewan ovovivipar akan keluar dari tubuh induknya seperti halnya hewan vivipar.

Cara perkembangbiakan ovovivipar memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

• Melindungi telur dari predator dan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

• Mempercepat proses pertumbuhan dan perkembangan embrio.

• Memudahkan penyebaran dan adaptasi hewan ke berbagai habitat.

Hewan ovovivipar dapat ditemukan baik di air maupun di darat. Berikut ini adalah 20 contoh hewan ovovivipar beserta cara mereka berkembang biak:

• Ikan pari: Ikan pari adalah ikan laut yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Ikan pari jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh ikan pari betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, ikan pari dapat menghasilkan 5-9 anak.

• Ikan hiu: Ikan hiu adalah predator laut yang juga berkembang biak dengan cara ovovivipar. Ikan hiu jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh ikan hiu betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, ikan hiu dapat menghasilkan 5-20 anak.

• Bunglon: Bunglon adalah reptil yang dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan lingkungannya. Bunglon ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Bunglon jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh bunglon betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, bunglon dapat menghasilkan 2-30 anak.

• Ular: Ular adalah reptil yang tidak memiliki kaki dan bergerak dengan melata. Ular ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Ular jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh ular betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, ular dapat menghasilkan 2-100 anak.

• Kadal: Kadal adalah reptil yang memiliki empat kaki dan ekor panjang. Kadal ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Kadal jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh kadal betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, kadal dapat menghasilkan 2-40 anak.

Baca Juga  bagaimana tampilan bandrek ini bagaimana harum yang tercium seperti apa rasanya

• Cicak: Cicak adalah reptil kecil yang dapat memanjat dinding dan langit-langit rumah. Cicak ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Cicak jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh cicak betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, cicak dapat menghasilkan 2-4 anak.

• Komodo: Komodo adalah reptil terbesar di dunia yang hidup di pulau-pulau di Indonesia. Komodo ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Komodo jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh komodo betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, komodo dapat menghasilkan 15-30 anak.

• Buaya: Buaya adalah reptil yang hidup di air dan darat. Buaya ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Buaya jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh buaya betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, buaya dapat menghasilkan 10-50 anak.

• Penyu: Penyu adalah reptil yang hidup di laut dan bertelur di pantai. Penyu ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Penyu jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh penyu betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, penyu dapat menghasilkan 50-200 anak.

• Cumi-cumi: Cumi-cumi adalah hewan laut yang memiliki sepuluh lengan dan dapat menyemprotkan tinta. Cumi-cumi berkembang biak dengan cara ovovivipar. Cumi-cumi jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh cumi-cumi betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, cumi-cumi dapat menghasilkan 100-500 anak.

• Gurita: Gurita adalah hewan laut yang memiliki delapan lengan dan dapat menyemprotkan tinta. Gurita berkembang biak dengan cara ovovivipar. Gurita jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh gurita betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, gurita dapat menghasilkan 100-300 anak.

• Sotong: Sotong adalah hewan laut yang mirip dengan cumi-cumi tetapi memiliki badan lebih pipih. Sotong berkembang biak dengan cara ovovivipar. Sotong jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh sotong betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, sotong dapat menghasilkan 100-200 anak.

• Udang karang: Udang karang adalah hewan laut yang memiliki badan transparan dan hidup berkoloni di karang-karang. Udang karang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Udang karang jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh udang karang betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, udang karang dapat menghasilkan 10-20 anak

Baca Juga  cara hack wa lewat nomor wa, terbaru!

• Kepiting: Kepiting adalah hewan laut yang memiliki sepasang capit dan cangkang keras. Kepiting ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Kepiting jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh kepiting betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, kepiting dapat menghasilkan 1000-2000 anak.

• Lobster: Lobster adalah hewan laut yang mirip dengan kepiting tetapi memiliki ekor panjang dan daging lezat. Lobster ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Lobster jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh lobster betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, lobster dapat menghasilkan 100-200 anak.

• Nyamuk: Nyamuk adalah serangga yang dapat menyebabkan berbagai penyakit dengan menghisap darah manusia dan hewan. Nyamuk ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Nyamuk jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh nyamuk betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, nyamuk dapat menghasilkan 100-300 anak.

• Lalat: Lalat adalah serangga yang dapat menyebarkan kuman dengan hinggap di makanan dan sampah. Lalat ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Lalat jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh lalat betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, lalat dapat menghasilkan 100-500 anak.

• Lebah: Lebah adalah serangga yang dapat menghasilkan madu dan menyengat jika terganggu. Lebah ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Lebah ratu akan melakukan pembuahan dengan lebah jantan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh lebah ratu sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, lebah ratu dapat menghasilkan 1000-2000 anak.

• Tawon: Tawon adalah serangga yang mirip dengan lebah tetapi lebih besar dan agresif. Tawon ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Tawon ratu akan melakukan pembuahan dengan tawon jantan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh tawon ratu sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, tawon ratu dapat menghasilkan 1000-2000 anak.

• Kecoa: Kecoa adalah serangga yang dapat bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan dan sulit dibasmi. Kecoa ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Kecoa jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh kecoa betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, kecoa dapat menghasilkan 20-40 anak.

• Kalajengking: Kalajengking adalah arachnida yang memiliki sepasang capit dan sengat beracun di ekor. Kalajengking berkembang biak dengan cara ovovivipar. Kalajengking jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh kalajengking betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, kalajengking dapat menghasilkan 10-100 anak.

Baca Juga  mengapa kita harus melestarikan sumber daya alam hewan dan tumbuhan

• Laba-laba: Laba-laba adalah arachnida yang memiliki delapan kaki dan dapat membuat jaring untuk menangkap mangsa. Laba-laba ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Laba-laba jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh laba-laba betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, laba-laba dapat menghasilkan 50-5000 anak.

• Kutu: Kutu adalah parasit yang hidup di rambut manusia atau hewan dan menyebabkan gatal-gatal. Kutu berkembang biak dengan cara ovovivipar. Kutu jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh kutu betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, kutu dapat menghasilkan 5-10 anak.

• Capung: Capung adalah serangga yang memiliki sayap tipis dan dapat terbang dengan cepat. Capung berkembang biak dengan cara ovovivipar. Capung jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh capung betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, capung dapat menghasilkan 10-20 anak.

• Belalang: Belalang adalah serangga yang memiliki sayap dan kaki belakang yang kuat untuk melompat. Belalang ada yang berkembang biak dengan cara ovipar dan ada juga yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Belalang jantan dan betina akan melakukan pembuahan, lalu menghasilkan telur yang disimpan di dalam tubuh belalang betina sampai embrio tumbuh dan berkembang. Dalam sekali kehamilan, belalang dapat menghasilkan 10-100 anak.

Kesimpulan

Hewan ovovivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara menghasilkan telur yang ditetaskan di dalam tubuh induknya. Hewan ovovivipar tidak memiliki plasenta yang menghubungkan embrio dengan induknya, sehingga embrio mendapatkan nutrisi dari kuning telur yang ada di dalam telur. Cara perkembangbiakan ovovivipar memiliki beberapa keuntungan, seperti melindungi telur dari predator dan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, mempercepat proses pertumbuhan dan perkembangan embrio, dan memudahkan penyebaran dan adaptasi hewan ke berbagai habitat. Hewan ovovivipar dapat ditemukan baik di air maupun di darat. Beberapa contoh hewan ovovivipar adalah ikan pari, ikan hiu, bunglon, ular, kadal, cicak, komodo, buaya, penyu, cumi-cumi, gurita, sotong, udang karang, kepiting, lobster, nyamuk, lalat, lebah, tawon, kecoa, kalajengking, laba-laba, kutu, capung, dan belalang. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang hewan ovovivipar. Terima kasih telah membaca

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait