Sesi Refleksi Eksplorasi Konsep _Pembekalan CPP Alternatif Jawaban

administrator November 8, 2023

Apa hal-hal penting yang dipelajari pada saat sesi sinkron 1 dan 2?
Hal yang dipelajari pada saat sesi sinkron 1 dan 2 adalah :

Poin penting yang ditekankan selama sesi sinkron 1 dan 2 adalah pemahaman tentang sejarah coaching, bagaimana menjadi seorang coach yang baik, serta penerapan pembelajaran dan praktik menjadi seorang Coach dan Coachee.

Sejarah coaching
Perbedaan antara coaching dengan pendekatan lainnya
Definisi coaching
Prinsip-prinsip coaching
Mindset coaching
Mendengarkan RASA
Powerful Question
Presence
Alur TIRTA

Bagaimana jalannya alur percakapan coaching?

Alur TIRTA digunakan sebagai panduan dalam coaching, dengan singkatan TIRTA yang mencakup: – T (Tujuan): Menetapkan tujuan atau topik pembicaraan berdasarkan hasil pembicaraan sebelumnya. – I (Identifikasi): Menggali dan memetakan situasi saat ini serta menghubungkan fakta-fakta yang relevan. – R (Rencana aksi): Mengembangkan ide untuk alternatif rencana aksi atau solusi. – TA (Tanggung jawab): Berkomitmen untuk langkah-langkah selanjutnya dalam mencapai tujuan tersebut.

 

Alur percakapan dalam sesi coaching bervariasi tergantung pada kebutuhan dan tujuan klien, namun secara umum, sesi coaching mengikuti beberapa tahapan berikut:

  • Menentukan tujuan: Sebelum memulai sesi coaching, seorang coach akan membantu klien untuk menentukan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini dapat berupa tujuan jangka pendek atau jangka panjang, tergantung pada kebutuhan klien.
  • Menjelaskan situasi saat ini: Setelah menentukan tujuan, klien akan diminta untuk menjelaskan situasi saat ini, yaitu kondisi yang dialami saat ini dan hambatan atau tantangan yang mungkin dihadapi dalam mencapai tujuan.
  • Menjelaskan harapan: Selanjutnya, klien akan diminta untuk menjelaskan harapan mereka terkait hasil yang ingin dicapai dari sesi coaching.
  • Mendefinisikan tindakan: Setelah memahami tujuan, situasi saat ini, dan harapan klien, seorang coach akan membantu klien untuk mendefinisikan tindakan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Membahas solusi: Selanjutnya, klien dan coach akan bekerja sama untuk mencari solusi yang paling efektif untuk mengatasi hambatan atau tantangan yang dihadapi klien.
  • Menetapkan rencana tindakan: Setelah menemukan solusi yang tepat, klien dan coach akan menetapkan rencana tindakan yang spesifik dan realistis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Mengevaluasi kemajuan: Pada setiap sesi coaching berikutnya, klien dan coach akan mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai dan menentukan tindakan lanjutan yang perlu diambil untuk mencapai tujuan.
  • Menutup sesi: Setelah mencapai tujuan atau menyelesaikan sesi coaching, klien dan coach akan meninjau dan mengevaluasi hasilnya, serta membahas tindakan lanjutan yang perlu dilakukan jika diperlukan.
Baca Juga  ular berkembang biak dengan cara apa? ovipar atau vivipar, simak ulasannya

Selama seluruh tahapan coaching, coach akan menggunakan pertanyaan terbuka, refleksi, dan umpan balik untuk membantu klien memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri, mencari solusi terbaik, dan mengembangkan keterampilan dan potensi mereka.
TIRTA adalah satu model coaching yang dapat membantu peran coach dalam membuat alur percakapan menjadi lebih efektif dan bermakna. TIRTA kepanjangan dari T: Tujuan I: Identifikasi R: Rencana aksi TA: Tanggung jawab.

Kompetensi apa yang perlu dimiliki oleh seorang coach?

Kompetensi yang diperlukan oleh seorang Coach termasuk: a. Kemampuan Presence: Kemampuan untuk hadir sepenuhnya dalam percakapan, bersikap sabar, terbuka, dan ingin tahu. b. Kemampuan menjadi pendengar aktif. c. Kemampuan untuk mengajukan pertanyaan yang bermutu.

Seorang coach yang efektif harus memiliki berbagai kompetensi yang memungkinkannya untuk membantu klien mencapai tujuan mereka dengan cara yang efektif. Beberapa kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh seorang coach adalah:

  • Komunikasi yang efektif: Seorang coach harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, termasuk kemampuan mendengarkan dengan aktif, bertanya pertanyaan terbuka, memberikan umpan balik konstruktif, dan mengklarifikasi.
  • Pemahaman yang mendalam tentang coaching: Seorang coach harus memahami prinsip-prinsip coaching, teknik dan alat yang digunakan dalam coaching, dan standar etika coaching yang baik.
  • Kemampuan untuk membangun hubungan yang kuat: Seorang coach harus mampu membangun hubungan yang kuat dan saling percaya dengan klien, dan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi klien.
  • Kemampuan untuk memahami tujuan dan kebutuhan klien: Seorang coach harus mampu memahami tujuan dan kebutuhan klien dengan baik, dan membantu klien dalam mengidentifikasi dan mencapai tujuan mereka.
  • Kemampuan untuk mengembangkan rencana tindakan yang efektif: Seorang coach harus mampu membantu klien dalam mengembangkan rencana tindakan yang efektif untuk mencapai tujuan mereka, dan mengukur kemajuan klien secara teratur.
  • Kemampuan untuk memberikan dukungan dan motivasi: Seorang coach harus mampu memberikan dukungan dan motivasi yang diperlukan kepada klien, serta membantu klien mengatasi hambatan atau tantangan yang mungkin muncul selama proses coaching.
  • Kemampuan untuk mendorong refleksi: Seorang coach harus mampu mendorong klien untuk melakukan refleksi terhadap diri mereka sendiri dan memahami dengan lebih baik mengenai kemampuan dan kebutuhan mereka.
  • Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan klien: Seorang coach harus mampu menyesuaikan diri dengan klien mereka, termasuk cara berkomunikasi, gaya belajar, dan preferensi individu.
  • Kompetensi ini sangat penting untuk membantu seorang coach menjadi efektif dalam membantu klien mencapai tujuan mereka dan menjadi lebih sukses dalam hidup mereka.
Baca Juga  Pengelolaan Kinerja Guru berdasarkan Perdirjen GTK Nomor 7607/B.B1/HK.03/2023,

Apa lagi yang masih ingin ditanyakan kepada instruktur, pada saat sesi sinkron di sesi berikutnya?

Bagaimana cara membantu Coachee jika seorang Coach menemukan jalan buntu di dalam prosesnya sedangkan semua proses sudah dilalui?

Jika dalam pelaksanaan sesi coaching terjadi kemacetan dalam menanyakan suatu hal, yang menyebabkan coach kesulitan memberikan pertanyaan yang lebih lanjut terkait dengan masalah yang harus digali lebih dalam, sebaiknya tidak berhenti begitu saja. Sebagai gantinya, coach dapat mencoba berbagai cara untuk merangsang percakapan yang lebih produktif. Ini bisa termasuk menggali lebih dalam informasi yang telah diberikan oleh coachee, mengubah pendekatan pertanyaan, atau memberikan umpan balik kepada coachee agar mereka dapat memberikan lebih banyak informasi. Tujuan adalah untuk menciptakan komunikasi dua arah yang maksimal sehingga tujuan sesi coaching dapat tercapai dengan efektif.

 

1.Apa hal-hal penting yang dipelajari pada saat sesi sinkron 1 dan 2?,

Hal yang dipelajari pada saat sesi sinkron 1 dan 2 adalah :,Sejarah coaching,Perbedaan antara coaching dengan pendekatan lainnya,Definisi coaching,Prinsip-prinsip coaching,Mindset coaching,Mendengarkan RASA,Powerful Question,Presence,Alur TIRTA

2.Bagaimana jalannya alur percakapan coaching?

Alur percakapan dalam sesi coaching bervariasi tergantung pada kebutuhan dan tujuan klien, namun secara umum, sesi coaching mengikuti beberapa tahapan berikut:Menentukan tujuan: Sebelum memulai sesi coaching, seorang coach akan membantu klien untuk menentukan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini dapat berupa tujuan jangka pendek atau jangka panjang, tergantung pada kebutuhan klien.Menjelaskan situasi saat ini: Setelah menentukan tujuan, klien akan diminta untuk menjelaskan situasi saat ini, yaitu kondisi yang dialami saat ini dan hambatan atau tantangan yang mungkin dihadapi dalam mencapai tujuan.Menjelaskan harapan: Selanjutnya, klien akan diminta untuk menjelaskan harapan mereka terkait hasil yang ingin dicapai dari sesi coaching.Mendefinisikan tindakan: Setelah memahami tujuan, situasi saat ini, dan harapan klien, seorang coach akan membantu klien untuk mendefinisikan tindakan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.Membahas solusi: Selanjutnya, klien dan coach akan bekerja sama untuk mencari solusi yang paling efektif untuk mengatasi hambatan atau tantangan yang dihadapi klien.Menetapkan rencana tindakan: Setelah menemukan solusi yang tepat, klien dan coach akan menetapkan rencana tindakan yang spesifik dan realistis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Mengevaluasi kemajuan: Pada setiap sesi coaching berikutnya, klien dan coach akan mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai dan menentukan tindakan lanjutan yang perlu diambil untuk mencapai tujuan.Menutup sesi: Setelah mencapai tujuan atau menyelesaikan sesi coaching, klien dan coach akan meninjau dan mengevaluasi hasilnya, serta membahas tindakan lanjutan yang perlu dilakukan jika diperlukan. Selama seluruh tahapan coaching, coach akan menggunakan pertanyaan terbuka, refleksi, dan umpan balik untuk membantu klien memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri, mencari solusi terbaik, dan mengembangkan keterampilan dan potensi mereka.

Baca Juga  Gabung Dengan Beasiswa Indonesia Bangkit 2023 Kementerian Agama RI

3.Kompetensi apa yang perlu dimiliki oleh seorang coach?

Seorang coach yang efektif harus memiliki berbagai kompetensi yang memungkinkannya untuk membantu klien mencapai tujuan mereka dengan cara yang efektif. Beberapa kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh seorang coach adalah:Komunikasi yang efektif: Seorang coach harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, termasuk kemampuan mendengarkan dengan aktif, bertanya pertanyaan terbuka, memberikan umpan balik konstruktif, dan mengklarifikasi.Pemahaman yang mendalam tentang coaching: Seorang coach harus memahami prinsip-prinsip coaching, teknik dan alat yang digunakan dalam coaching, dan standar etika coaching yang baik.Kemampuan untuk membangun hubungan yang kuat: Seorang coach harus mampu membangun hubungan yang kuat dan saling percaya dengan klien, dan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi klien.Kemampuan untuk memahami tujuan dan kebutuhan klien: Seorang coach harus mampu memahami tujuan dan kebutuhan klien dengan baik, dan membantu klien dalam mengidentifikasi dan mencapai tujuan mereka.Kemampuan untuk mengembangkan rencana tindakan yang efektif: Seorang coach harus mampu membantu klien dalam mengembangkan rencana tindakan yang efektif untuk mencapai tujuan mereka, dan mengukur kemajuan klien secara teratur.Kemampuan untuk memberikan dukungan dan motivasi: Seorang coach harus mampu memberikan dukungan dan motivasi yang diperlukan kepada klien, serta membantu klien mengatasi hambatan atau tantangan yang mungkin muncul selama proses coaching.Kemampuan untuk mendorong refleksi: Seorang coach harus mampu mendorong klien untuk melakukan refleksi terhadap diri mereka sendiri dan memahami dengan lebih baik mengenai kemampuan dan kebutuhan mereka.Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan klien: Seorang coach harus mampu menyesuaikan diri dengan klien mereka, termasuk cara berkomunikasi, gaya belajar, dan preferensi individu.Kompetensi ini sangat penting untuk membantu seorang coach menjadi efektif dalam membantu klien mencapai tujuan mereka dan menjadi lebih sukses dalam hidup mereka.

4.Apa lagi yang masih ingin ditanyakan kepada instruktur, pada saat sesi sinkron di sesi berikutnya?

Bagaimana cara membantu Coachee jika seorang Coach menemukan jalan buntu di dalam prosesnya sedangkan semua proses sudah dilalui.

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait