Capaian PISA 2022 Indonesia dan Capaian Literasi Sains

administrator Januari 16, 2024

Capaian PISA 2022 Indonesia dan Capaian Literasi Sains

PISA (Programme for International Student Assessment) adalah studi internasional yang menilai kualitas sistem pendidikan dengan mengukur hasil belajar yang esensial untuk berhasil di abad ke-21. PISA mengukur literasi membaca, matematika, dan sains pada siswa berusia 15 tahun. PISA diselenggarakan setiap tiga tahun oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). Pada tahun 2022, PISA diikuti oleh 81 negara, yang terdiri dari 37 negara OECD dan 44 negara mitra. Indonesia mengikuti PISA sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2000. Keikutsertaan dalam PISA memungkinkan Indonesia memantau kualitas pendidikannya dari waktu ke waktu, dan membandingkannya dengan negara lain. Sejak 2021, Indonesia melengkapi PISA dengan Asesmen Nasional (AN) untuk menilai kualitas pendidikan di setiap sekolah dan daerah secara lebih komprehensif.

Capaian PISA 2022 Indonesia

Hasil PISA 2022 menunjukkan peringkat hasil belajar literasi Indonesia naik 5 sampai 6 posisi dibanding PISA 2018. Peningkatan peringkat ini menunjukkan ketangguhan sistem pendidikan Indonesia dalam mengatasi learning loss akibat pandemi Covid-19. Berikut adalah perbandingan skor dan peringkat Indonesia dengan rata-rata OECD dan negara-negara tertinggi di setiap literasi:

Table
Literasi Skor Indonesia Peringkat Indonesia Skor OECD Peringkat Tertinggi Skor Tertinggi
Membaca 412 64 487 China 556
Matematika 413 63 489 China 591
Sains 415 62 489 China 590

 

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa skor Indonesia masih di bawah rata-rata OECD dan jauh di bawah negara-negara tertinggi. Namun, jika dibandingkan dengan PISA 2018, skor Indonesia mengalami penurunan yang lebih rendah daripada rata-rata internasional. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu meminimalisir dampak negatif pandemi terhadap hasil belajar siswa. Berikut adalah perubahan skor Indonesia dari PISA 2018 ke PISA 2022:

Table
Literasi Skor Indonesia 2018 Skor Indonesia 2022 Perubahan Skor
Membaca 424 412 -12
Matematika 426 413 -13
Sains 436 415 -21

Sumber: Laporan PISA Kemendikbudristek

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa literasi sains mengalami penurunan skor terbesar, yaitu 21 poin. Hal ini menunjukkan bahwa literasi sains perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pemulihan pembelajaran di Indonesia.

Capaian Literasi Sains

Literasi sains adalah kemampuan untuk membaca, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dan pengetahuan sains untuk membuat keputusan yang tepat dan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari. Literasi sains bukan hanya tentang memahami konsep-konsep sains, tetapi juga tentang memahami bagaimana sains diterapkan dalam kehidupan nyata. Seseorang yang memiliki literasi sains yang baik dapat mengenali dan memahami masalah sains, menemukan informasi sains yang diperlukan, mengevaluasi kebenaran dan validitas informasi sains, serta menggunakannya untuk membuat keputusan yang berbasis fakta. Literasi sains juga mencakup kemampuan untuk berkomunikasi tentang konsep-konsep sains secara jelas dan efektif dengan orang lain.

Literasi sains memiliki manfaat yang sangat penting, baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Beberapa manfaat dari literasi sains antara lain:

  • Peningkatan pemahaman tentang dunia di sekitar kita: Literasi sains membantu individu memahami fenomena alam dan proses-proses yang terjadi di sekitar kita, termasuk mengenai kesehatan, lingkungan, dan teknologi.
  • Kemampuan dalam memecahkan masalah: Literasi sains melatih kemampuan individu dalam mengumpulkan dan menganalisis data, membuat hipotesis, dan menguji teori, sehingga memungkinkan mereka untuk memecahkan masalah dengan lebih efektif.
  • Pengambilan keputusan yang lebih baik: Dengan memiliki kemampuan untuk memahami data dan informasi ilmiah, individu dapat membuat keputusan yang lebih baik dan rasional, serta memahami dampak keputusan tersebut terhadap lingkungan dan masyarakat.
  • Peningkatan partisipasi dalam masyarakat: Individu yang memiliki literasi sains yang baik dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan sains dan teknologi, serta dapat memainkan peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih berbudaya ilmiah.
  • Meningkatkan keterampilan karir: Literasi sains sangat penting dalam banyak bidang karir, termasuk di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan, dan lingkungan. Individu yang memiliki literasi sains yang baik dapat memiliki peluang karir yang lebih baik dan lebih luas.
Baca Juga  Sesi Refleksi Ruang Kolaborasi_Pembekalan CPP

Untuk mengukur capaian literasi sains, PISA menggunakan empat aspek, yaitu konten sains, proses sains, konteks sains, dan sikap sains. Konten sains mencakup pengetahuan tentang fakta, konsep, teori, dan model sains. Proses sains mencakup keterampilan dalam merumuskan pertanyaan, merancang eksperimen, menginterpretasikan data, dan menarik kesimpulan. Konteks sains mencakup pemahaman tentang bagaimana sains diterapkan dalam situasi kehidupan nyata, seperti kesehatan, lingkungan, dan teknologi. Sikap sains mencakup minat, motivasi, dan nilai-nilai yang terkait dengan sains.

Berdasarkan aspek-aspek tersebut, PISA mengembangkan beberapa indikator untuk menilai literasi sains siswa. Beberapa indikator tersebut antara lain:

  • Mampu menjelaskan fenomena sains secara ilmiah, yaitu menggunakan pengetahuan sains untuk menjelaskan fenomena alam dan buatan manusia, serta mengidentifikasi asumsi, bukti, dan kesimpulan yang mendasari penjelasan tersebut.
  • Mampu mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, yaitu menggunakan keterampilan sains untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, serta mengidentifikasi variabel, metode, dan kriteria yang relevan untuk penyelidikan tersebut.
  • Mampu menafsirkan data dan bukti secara ilmiah, yaitu menggunakan keterampilan sains untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data dan bukti, serta mengidentifikasi pola, hubungan, dan kesalahan yang terkait dengan data dan bukti tersebut.
  • Mampu berkomunikasi tentang sains secara ilmiah, yaitu menggunakan bahasa dan simbol sains untuk berkomunikasi tentang konsep, proses, dan hasil sains, serta mengidentifikasi sumber, tujuan, dan kredibilitas informasi sains.

Capaian Literasi Sains Indonesia dalam PISA 2022

Berdasarkan hasil PISA 2022, Indonesia mendapatkan skor 415 untuk literasi sains, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-62 dari 81 negara yang berpartisipasi. Skor ini menurun 21 poin dari PISA 2018, yang mencapai 436. Penurunan ini lebih besar daripada penurunan rata-rata internasional, yang sebesar 12 poin. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mengalami kesulitan dalam mempertahankan kualitas literasi sains siswa di tengah pandemi Covid-19.

Dari empat aspek literasi sains yang diukur oleh PISA, yaitu konten sains, proses sains, konteks sains, dan sikap sains, Indonesia memiliki skor tertinggi untuk konteks sains, yaitu 419. Skor ini menunjukkan bahwa siswa Indonesia cukup mampu memahami bagaimana sains diterapkan dalam situasi kehidupan nyata. Namun, skor ini juga menurun 20 poin dari PISA 2018, yang mencapai 439.

Baca Juga  Contoh jawaban Mulai Dari Diri Coaching

Aspek literasi sains yang memiliki skor terendah adalah proses sains, yaitu 405. Skor ini menunjukkan bahwa siswa Indonesia kurang mampu menggunakan keterampilan sains untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah. Skor ini juga menurun 23 poin dari PISA 2018, yang mencapai 428.

Aspek literasi sains yang lain, yaitu konten sains dan sikap sains, memiliki skor yang hampir sama, yaitu 414 dan 413. Skor ini menunjukkan bahwa siswa Indonesia memiliki pengetahuan sains yang cukup, tetapi tidak terlalu tinggi, serta memiliki minat, motivasi, dan nilai-nilai yang terkait dengan sains yang cukup, tetapi tidak terlalu positif. Skor ini juga menurun 19 dan 18 poin dari PISA 2018, yang mencapai 433 dan 431.

Dari tabel berikut, dapat dilihat perbandingan skor dan peringkat Indonesia dengan rata-rata OECD dan negara-negara tertinggi di setiap aspek literasi sains:

Aspek Literasi Sains Skor Indonesia Peringkat Indonesia Skor OECD Peringkat Tertinggi Skor Tertinggi
Konten Sains 414 63 489 China 592
Proses Sains 405 64 488 China 589
Konteks Sains 419 61 490 China 589
Sikap Sains 413 62 488 Finlandia 522

 

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD dan jauh di bawah negara-negara tertinggi di setiap aspek literasi sains. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu meningkatkan kualitas literasi sains siswa di semua aspek, terutama di aspek proses sains, yang merupakan keterampilan yang sangat penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan ilmiah.

Upaya Peningkatan Literasi Sains di Indonesia

Untuk meningkatkan kualitas literasi sains siswa di Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, baik di tingkat nasional maupun daerah. Beberapa upaya tersebut antara lain:

  • Melakukan Asesmen Nasional (AN) sebagai pelengkap PISA, yang menilai kualitas pendidikan di setiap sekolah dan daerah secara lebih komprehensif. AN dilakukan setiap tahun dengan menggunakan instrumen yang disesuaikan dengan kurikulum nasional dan standar kompetensi lulusan. AN juga mengukur literasi sains siswa dengan menggunakan indikator yang lebih spesifik dan kontekstual, seperti kemampuan dalam menyelesaikan masalah sains yang berkaitan dengan isu-isu lokal dan global.
  • Meningkatkan kualitas guru sains, baik melalui peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan, maupun melalui pemberian bantuan dan fasilitas. Pemerintah telah memberikan beasiswa bagi guru sains untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta memberikan pelatihan dan bimbingan bagi guru sains untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan profesionalisme. Pemerintah juga telah menyediakan buku teks, alat peraga, dan laboratorium sains yang memadai bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
  • Meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran sains, baik melalui penyempurnaan, pengembangan, dan implementasi kurikulum sains yang sesuai dengan standar internasional, maupun melalui penerapan metode dan media pembelajaran sains yang efektif dan inovatif. Pemerintah telah melakukan revisi kurikulum sains yang lebih menekankan pada pemahaman konsep, penerapan, dan penalaran sains, serta mengintegrasikan sains dengan teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). Pemerintah juga telah mendorong penggunaan metode dan media pembelajaran sains yang berbasis inkuiri, proyek, dan eksperimen, serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
  • Meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa dalam belajar sains, baik melalui penyediaan lingkungan belajar yang kondusif, menarik, dan bermakna, maupun melalui pemberian penghargaan dan dukungan. Pemerintah telah menciptakan lingkungan belajar sains yang lebih menyenangkan dan bervariasi, dengan mengadakan kegiatan ekstrakurikuler, lomba, dan festival sains, serta mengundang ahli dan praktisi sains untuk berbagi pengalaman dan inspirasi. Pemerintah juga telah memberikan penghargaan dan dukungan bagi siswa yang berprestasi dalam bidang sains, baik berupa beasiswa, sertifikat, maupun kesempatan untuk mengikuti program pertukaran dan magang sains di dalam dan luar negeri.
Baca Juga  Niat, Syarat sah dan cara tayamum di mobil/kendaraan sesuai sunnah

Dengan melakukan upaya-upaya tersebut, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan kualitas literasi sains siswa, sehingga dapat mencapai standar internasional dan bersaing di era global. Selain itu, dengan memiliki literasi sains yang baik, siswa Indonesia dapat menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan inovatif, yang mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan dunia.

Kesimpulan

Literasi sains adalah kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu di abad ke-21, karena dapat membantu mereka dalam memahami, memecahkan, dan berkomunikasi tentang masalah sains yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Literasi sains juga memiliki manfaat yang besar bagi individu dan masyarakat, seperti peningkatan pemahaman, pengambilan keputusan, partisipasi, dan keterampilan karir.

Indonesia, sebagai salah satu negara yang mengikuti PISA, telah berupaya untuk meningkatkan kualitas literasi sains siswa, dengan melakukan berbagai upaya di tingkat nasional dan daerah. Namun, hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD dan jauh di bawah negara-negara tertinggi di setiap aspek literasi sains. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu meningkatkan kualitas literasi sains siswa di semua aspek, terutama di aspek proses sains, yang merupakan keterampilan yang sangat penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan ilmiah.

Oleh karena itu, Indonesia perlu terus berupaya untuk meningkatkan literasi sains siswa, dengan melibatkan semua pihak yang terkait, seperti pemerintah, guru, sekolah, orang tua, siswa, masyarakat, dan media. Indonesia juga perlu belajar dari negara-negara yang berhasil dalam literasi sains, seperti China, Finlandia, dan Singapura, serta mengadaptasi praktik-praktik terbaik yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat mencapai tujuan untuk menjadi negara yang unggul dalam sains dan teknologi, serta memberikan kontribusi positif bagi dunia.

Demikian artikel yang saya buat tentang capaian PISA 2022 Indonesia dan capaian literasi sains. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih telah membaca

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait